kamu
Senin, 14 Maret 2016
cinta
melepaska orang yang di cintai memang sungguh menyakitkan-_-
namun tak semua yang dicintai harus dimiliki-_-
Senin, 07 Maret 2016
kata bijak ayah
Doa bijak ayah untuk anak nya
selain itu ayah,selalu memberikan nasihat-nasihat bijak nya untuk kita selalu memberikan arahan, agar kita berbuat yang lebih baik, terkadang beliau memang pernah memarahin kita. tapi ingat? sebernya apa si tujuan beliau? dari situ beliau mengajari kita kalo kita harus menjadi orang yang bertanggung jawab atas kesalahan yang kita berbuat, beliau mengajari betapa penting nya arti dari tanggung jawab, dan beliau juga memeberikan pelajaran kalo hidup itu memang keras, apa lagi kalo kita sudah terjun di dunia kerja dan masayarakat.. semua beliau lakukan demi kebaikan kita nantinya, dan ayah ingin kita TIDAK menjadi anak yang manja:-)
Senin, 22 Februari 2016
kamu
Tiba-tiba selembar kertas yasmin berwarna merah muda sampai di tangan,
Harum . . .
Harum . . .
Membukanya aku gemetar,
Seperti terik yang kemudian bersambar petir di ujung mata,
Satu nama yang aku kenang,
Seperti terik yang kemudian bersambar petir di ujung mata,
Satu nama yang aku kenang,
Kemudian sedikit demi sedikit hati tergores hingga menganga,
Menghadapinya aku tak siap,
Dalam benak aku seperti di tandaskan ke dalam tanah,
Terkubur akal sehat,
Sesaat itu juga aku merasa gelap gulita,
Menghadapinya aku tak siap,
Dalam benak aku seperti di tandaskan ke dalam tanah,
Terkubur akal sehat,
Sesaat itu juga aku merasa gelap gulita,
Walau seharusnya ini berita gembira,
Hanya saja,
Aku tak sangka undangan datang secepat ini,
Kamu, Kalian.
Berpasangan di atas hiasan bagai ratu dan raja semalam,
Berat rasa tuk meng-amini
Sebab tanpa disangka-sangka dalam hati aku memaki,
Jika nyatanya yang kelak membahagiakan mu bukan aku.
Hanya saja,
Aku tak sangka undangan datang secepat ini,
Kamu, Kalian.
Berpasangan di atas hiasan bagai ratu dan raja semalam,
Berat rasa tuk meng-amini
Sebab tanpa disangka-sangka dalam hati aku memaki,
Jika nyatanya yang kelak membahagiakan mu bukan aku.
Kamu
Sosok yang melupakannya pun aku tak sudi,
Selalu kembali pada satu tempat,
Dimana saat perpisahan menemui kita,
Kita sedang dalam emosi.
Dan hingga kabar bahagia mu tiba,
Sedalam-dalamnya aku menyesal,
Menjerit pun aku tak kuat,
Oh aku tak sanggup lagi harus bagaimana.
Sosok yang melupakannya pun aku tak sudi,
Selalu kembali pada satu tempat,
Dimana saat perpisahan menemui kita,
Kita sedang dalam emosi.
Dan hingga kabar bahagia mu tiba,
Sedalam-dalamnya aku menyesal,
Menjerit pun aku tak kuat,
Oh aku tak sanggup lagi harus bagaimana.
Pernikahan, kalian.
Merayakan, duka. . .
Merayakan, duka. . .
Langganan:
Komentar (Atom)
